Ramadhan bukan sekadar perubahan jadwal makan dan tidur . Ramadhan adalah tamu agung dari Allah yang datang membawa ampunan , rahmat , dan pembebasan dari api neraka . Maka , sebagaimana tamu mulia yang datang ke rumah kita , Ramadhan pun perlu disambut dengan persiapan , bukan sekadar rutinitas tahunan . Persiapan paling awal dan paling penting adalah membersihkan hati . Sebab Ramadhan bukan hanya ibadah jasad , tetapi ibadah hati . membersihkan hati berarti memulai Ramadhan dengan taubat yang jujur , memaafkan sesama , dan menanggalkan penyakit – penyakit batin . Inilah makna awal menyambut Ramadhan dengan benar . Setelah hati dibersihkan , langkah berikutnya adalah meluruskan niat . Ramadhan adalah ibadah besar yang mudah tercampur dengan kebiasaan , tradisi , bahkan riya ‘ . Padahal Rasulullah telah meletakkan kaidah agung dalam seluruh ibadah. Meluruskan niat pada bulan Ramadhan berarti menegaskan dalam hati bahwa kita berpuasa , shalat , membaca Al – Qur’an , dan beramal karena Allah semata , bukan karena kebiasaan , bukan karena lingkungan , dan bukan pula sekadar mengikuti kalender . Ramadhan telah tiba . Maka mari kita sambut ia dengan sebaik – baik sambutan : membersihkan hati dari dosa , meluruskan niat dalam setiap amal , dan menghadirkannya dalam hidup kita dengan cinta .